Cara menghitung komisi kapster barbershop (dengan contoh)
Diperbarui · 2 menit baca
Komisi kapster mudah jadi sumber ribut di akhir bulan, padahal rumusnya sederhana. Yang sering bermasalah adalah aturan yang tidak pernah ditulis: diskon dihitung atau tidak, coloring dapat berapa, dan siapa yang dapat komisi kalau pelanggan pindah kapster di tengah jalan.
Tiga model komisi yang umum dipakai
Persentase dari harga layanan
Kapster mendapat sekian persen dari harga setiap layanan yang ia kerjakan. Model ini paling mudah dijelaskan dan otomatis ikut naik saat harga layanan naik. Besaran persennya berbeda di tiap barbershop; tidak ada angka baku, jadi tentukan dari hitungan biaya Anda sendiri.
Nominal tetap per layanan
Kapster mendapat jumlah rupiah yang sama setiap kali mengerjakan layanan tertentu. Cocok untuk layanan yang harganya sudah termasuk bahan mahal, seperti cat rambut. Kalau memakai persen dari harga penuh, komisinya ikut menghitung harga bahan yang dibeli barbershop.
Gaji pokok ditambah komisi
Kapster mendapat gaji pokok bulanan ditambah komisi yang persennya lebih kecil. Model ini memberi kepastian penghasilan di hari sepi, dan cocok untuk kapster baru yang pelanggannya belum banyak.
Ketiganya bisa digabung. Kombinasi yang praktis: satu persen default untuk semua layanan, lalu aturan khusus untuk beberapa layanan tertentu.
Contoh hitungan satu hari
Misalkan Rudi memakai komisi default 40%, kecuali hair coloring yang diberi nominal tetap Rp 30.000 per layanan. Hari ini ia mengerjakan:
| Layanan | Harga × jumlah | Aturan | Komisi |
|---|---|---|---|
| Potong rambut | Rp 50.000 × 6 | 40% | Rp 120.000 |
| Cukur jenggot | Rp 30.000 × 2 | 40% | Rp 24.000 |
| Hair coloring | Rp 150.000 × 1 | Rp 30.000 tetap | Rp 30.000 |
| Total | Rp 174.000 |
Angka di contoh ini hanya ilustrasi. Pakai harga dan aturan barbershop Anda sendiri.
Komisi bulanan adalah jumlah komisi harian seperti ini selama satu periode. Kalau memakai gaji pokok, tambahkan gaji pokok dan komponen lain (uang harian, potongan telat) di akhir periode.
Hal yang perlu disepakati sebelum menghitung
- Diskon. Komisi dihitung dari harga sebelum atau sesudah diskon? Kalau sesudah, potongan transaksi dibagi rata ke tiap layanan sesuai porsi harganya, supaya satu layanan tidak menanggung seluruh diskon.
- Pajak dan service charge. Tentukan apakah komisi dihitung dari harga layanan saja, tanpa PPN dan service charge.
- Penjualan produk. Apakah kapster yang menjual pomade atau sampo ikut dapat komisi?
- Transaksi dibatalkan. Komisi dari transaksi yang dibatalkan seharusnya ikut batal.
- Pelanggan yang dikerjakan dua kapster. Tentukan siapa yang dicatat untuk tiap layanan.
- Jadwal pembayaran. Mingguan, dua mingguan, atau bulanan, dan tanggal berapa.
Supaya tidak ada selisih di akhir bulan
- Catat kapster di setiap transaksi saat itu juga, bukan dari ingatan di akhir hari.
- Tulis aturan komisi dan bagikan ke semua kapster, termasuk aturan khusus per layanan.
- Beri kapster cara melihat komisinya sendiri. Selisih yang ketahuan di hari yang sama lebih mudah dibereskan daripada di akhir bulan.
- Rekap per minggu walaupun pembayarannya bulanan.
Menghitung komisi otomatis dengan Kapsta
Di Kapsta, kasir memilih kapster di setiap transaksi dan komisi langsung tercatat. Aturannya bisa persen default per kapster, atau persen dan nominal tetap untuk layanan tertentu. Diskon transaksi dibagi proporsional ke tiap layanan, dan komisi dihitung dari harga sebelum pajak dan service charge. Transaksi yang dibatalkan otomatis membatalkan komisinya. Kapster bisa melihat komisinya sendiri dari HP. Lihat fitur komisi kapster.